Senin, 30 Mei 2016

Jarak hanya sebuah kata



Sajak yang pernah ku tuliskan seperti rembulan ditengah malam, ia bercahaya begitu indah, menyelimuti seluruh sendi kehidupan. Menemani tidurmu yang lelap, dia tetap bercahaya dengan megahnya. Aku pernah merindukan saat bersamamu, ketika siang tak seterik biasanya. Bermain dalam peluhnya siang, sampai sore menjelang. Gerimis mengiringi langkah kaki kita, menghabiskan waktu sampai senja menjelang. Aku pernah bercerita tentang kita berdua. Tetapi aku terbangun dan aku menyadari, semua yang terjadi hanya mimpi sepanjang hari...
Aku adalah sayap yang kau kepakkan, aku adalah jarak yang harus kau taklukan. Aku adalah karang yang menunggumu tegar. Mata itu tak pernah kutatap, tangtan itu tak pernah ku sentuh, suara itu begitu dekat. Waktu yang memainkanku dalam angan, dalam sentuhan dan dalam keindahan hari. Merajut cerita dari hari kehari....
Disaat aku terbangun, aku harap jarak tak sejauh dulu, mimpi bukan lagi sebuah angan. Saat aku membuka mata aku ingin bisa tersenyum padamu, tanpa aku harus berlari mendekat, tanpa aku harus mengepakkan sayap dan terbang, aku ingin kau menangkapku secepat kilat...
Hujan, bersamamu kutititpkan cerita, tentang rinduku dimusim ini, tentang dia... Hujan katakan padaku, bahwa jarak hanyalah angka, air mu kan mengalir membasahi seluruh ragaku, membawaku hanyut menuju raganya...
Hujan, jangan jatuhkan petir diantara kami, biar aku dan dia tetap pada angan yang sama. Merasakan hangatnya mentari pagi, merasakan kesejukan senja dan melihat keteduhan rembulan. Apa yang kami lalui akan tetap sama, seperti jarak yang masih menjadi dinding yang perpisahan, antara aku dan aku...
Ketika musim nanti berganti, kuharap takkan ada lagi kepedihan ini. Rindu yang menhantuiku sepanjang hari, jenuh yang terkadang membuatku patah. Kuharap hari tak seburuk ini, karena ku bukan hanya ingin menyentuh ragamu tapi memelukmu tubuhmu, karena aku bukan hanya ingin menatap matamu tapi kedalaman hati melalui mata itu, karena aku ingin melalui sepanjang hari bersamamu  bukan hanya melalui angan dan mimpi.....

By : vani_sfd

0 komentar:

Posting Komentar