Sajak yang
pernah ku tuliskan seperti rembulan ditengah malam, ia bercahaya begitu indah,
menyelimuti seluruh sendi kehidupan. Menemani tidurmu yang lelap, dia tetap
bercahaya dengan megahnya. Aku pernah merindukan saat bersamamu, ketika siang
tak seterik biasanya. Bermain dalam peluhnya siang, sampai sore menjelang.
Gerimis mengiringi langkah kaki kita, menghabiskan waktu sampai senja
menjelang. Aku pernah bercerita tentang kita berdua. Tetapi aku terbangun dan
aku menyadari, semua yang terjadi hanya mimpi sepanjang hari...
Aku adalah
sayap yang kau kepakkan, aku adalah jarak yang harus kau taklukan. Aku adalah
karang yang menunggumu tegar. Mata itu tak pernah kutatap, tangtan itu tak
pernah ku sentuh, suara itu begitu dekat. Waktu yang memainkanku dalam angan,
dalam sentuhan dan dalam keindahan hari. Merajut cerita dari hari kehari....
Disaat aku
terbangun, aku harap jarak tak sejauh dulu, mimpi bukan lagi sebuah angan. Saat
aku membuka mata aku ingin bisa tersenyum padamu, tanpa aku harus berlari
mendekat, tanpa aku harus mengepakkan sayap dan terbang, aku ingin kau
menangkapku secepat kilat...
Hujan,
bersamamu kutititpkan cerita, tentang rinduku dimusim ini, tentang dia... Hujan
katakan padaku, bahwa jarak hanyalah angka, air mu kan mengalir membasahi
seluruh ragaku, membawaku hanyut menuju raganya...
Hujan, jangan
jatuhkan petir diantara kami, biar aku dan dia tetap pada angan yang sama.
Merasakan hangatnya mentari pagi, merasakan kesejukan senja dan melihat
keteduhan rembulan. Apa yang kami lalui akan tetap sama, seperti jarak yang
masih menjadi dinding yang perpisahan, antara aku dan aku...
Ketika musim
nanti berganti, kuharap takkan ada lagi kepedihan ini. Rindu yang menhantuiku
sepanjang hari, jenuh yang terkadang membuatku patah. Kuharap hari tak seburuk
ini, karena ku bukan hanya ingin menyentuh ragamu tapi memelukmu tubuhmu,
karena aku bukan hanya ingin menatap matamu tapi kedalaman hati melalui mata
itu, karena aku ingin melalui sepanjang hari bersamamu bukan hanya melalui angan dan mimpi.....
By : vani_sfd
0 komentar:
Posting Komentar